Stop Jual Murah! Trik Nego Gaji Biar Tembus Angka Tertinggi
Momen paling krusial dalam karir lo bukanlah saat lo menandatangani kontrak, tapi 5 menit sebelum itu: saat Negosiasi Gaji.Banyak talenta hebat yang jago kerja tapi "bego" saat jualan. Mereka pasrah menerima angka pertama yang disodorkan perusahaan karena takut tawaran itu dicabut, atau karena merasa "nggak enak" mau minta lebih. Akibatnya? Mereka terjebak dengan gaji undervalued (di bawah pasar) selama bertahun-tahun. Ingat, kenaikan gaji tahunan biasanya cuma sekian persen. Kalau start lo sudah rendah, finish-nya nggak bakal jauh.
Artikel ini akan membongkar strategi "bawah tanah" cara main cantik saat nego gaji. Kita akan ubah posisi lo dari "pemohon kerja" menjadi "mitra bisnis" yang setara.
1. Haram Hukumnya Sebut Angka Duluan
Ini aturan emas negosiasi: Siapa yang menyebut angka duluan, dia kehilangan posisi tawar.
Saat HRD tanya, "Berapa gaji yang kamu harapkan?", sebisa mungkin jangan langsung jawab nominal. Kenapa?
Kalau angka lo kemahalan, lo bisa langsung dicoret.
Kalau angka lo kemurahan, HRD bakal sorak sorai dalam hati dan langsung mengiyakan (lo rugi bandar).
Trik Jawabnya: Balikkan pertanyaan itu dengan elegan. "Saya sangat terbuka untuk mendiskusikan angka. Namun, bolehkah saya tahu budget yang disiapkan perusahaan untuk posisi dan tanggung jawab sebesar ini?"
Ini memaksa mereka membuka kartu duluan. Kalau mereka maksa lo jawab, gunakan trik poin kedua.
2. Gunakan "Teknik Kurung" (Bracketing)
Kalau lo terdesak harus sebut angka, jangan sebut satu angka mati (misal: "Saya minta 10 juta"). Itu kaku dan berisiko.
Gunakan teknik Bracketing atau kisaran. Tapi ada twist-nya. Kalau target lo adalah 10 juta, jangan bilang "8 sampai 10 juta". HRD pasti pilih angka terendah (8 juta). Bilanglah: "Berdasarkan riset pasar dan kualifikasi saya, ekspektasi saya ada di rentang 10 sampai 12 juta."
Dengan cara ini, angka terendah lo (10 juta) menjadi titik dasar negosiasi mereka. Lo sudah "mengurung" psikologis mereka di angka yang lo mau sejak awal.
3. Jeda 3 Detik yang Mematikan
Saat HRD memberikan penawaran, misal: "Kami bisa offer kamu di angka 9 juta." Jangan langsung jawab "Oke!" atau "Yah, kok kecil?".
Lakukan The Power of Pause. Diamlah selama 3-5 detik. Tatap mata mereka (atau layar Zoom) dengan ekspresi datar tapi berpikir. Keheningan itu tidak nyaman. Secara psikologis, manusia ingin segera mengisi keheningan itu.
Seringkali, karena jeda canggung itu, HRD akan merasa insecure dan menambahkan: "Tapi... mungkin kita masih bisa review sedikit tunjangannya," atau "Itu baru gaji pokok ya, belum bonus." Hanya dengan diam, lo bisa menaikkan value lo.
4. Jangan Terkecoh Gaji Pokok, Kejar "Total Package"
Perusahaan sering bilang "Budget gaji pokok kami mentok di sini." Oke, jangan paksa tembok. Tapi ingat, kompensasi bukan cuma gaji pokok. Masuklah lewat pintu belakang bernama Benefit.
Lo bisa nego hal-hal yang nilainya setara uang:
Parkir Gratis: Lumayan hemat 500 ribu sebulan.
Uang Makan/Transport: Minta di-up.
Asuransi Kesehatan: Pastikan cover-nya bagus.
Fleksibilitas (WFH): Hemat ongkos dan waktu, nilainya jutaan.
Sign-on Bonus: Bonus di awal masuk (sekali bayar) sebagai ganti gaji bulanan yang mentok.
5. Pahami Pajak Biar Nggak Nangis di Pojokan
Negosiasi itu soal detail. Pastikan lo dan HRD ngomongin bahasa yang sama: GROSS (Kotor) atau NET (Bersih).
Tawaran 15 Juta Gross artinya gaji lo masih dipotong PPh 21 dan BPJS. Yang masuk rekening mungkin cuma 13-an juta.
Tawaran 15 Juta Net artinya perusahaan yang nanggung pajaknya. 15 juta utuh masuk rekening.
Selalu konfirmasi: "Angka ini Take Home Pay atau masih Gross ya Pak/Bu?" Pertanyaan simpel ini menyelamatkan lo dari "potongan gaib" yang bikin sakit hati pas gajian pertama.
Intinya, Lo Bukan Minta Sumbangan
Ubahlah mindset lo. Negosiasi gaji bukan lo meminta belas kasihan. Lo sedang menjual skill, waktu, dan otak lo. Itu adalah komoditas mahal. Perusahaan butuh lo untuk menghasilkan profit lebih besar bagi mereka.
Jadi, berdirilah tegak, riset harga pasar lo, dan jangan takut bilang tidak, pada tawaran yang menghina harga diri profesional lo. Know your worth, then add tax.
No comments:
Post a Comment