Atur Gaji 3 Juta: Tetap Nabung Walau Hidup di Jakarta

 

Ilustrasi kartun seorang karyawan sedang mencatat pengeluaran di buku kas dengan latar belakang celengan ayam dan uang receh.
Hidup di Jakarta atau kota besar lainnya dengan gaji 3 juta rupiah itu rasanya kayak main game level hard mode tapi nggak dikasih senjata apa-apa. Gue ngomong gini karena gue tau banget rasanya. Meskipun sekarang gaji gue udah UMR Jakarta (sekitar 5 jutaan), gue pernah ngalamin masa-masa di mana slip gaji angkanya cuma kepala 3. Dulu, boro-boro mikirin investasi saham atau liburan ke luar negeri, bisa makan kenyang sampai tanggal 25 aja udah sujud syukur.

Banyak orang bilang, "Ah, gaji 3 juta mah abis buat napas doang." Gue nggak nyalahin pendapat itu. Emang susah. Tapi, bukan berarti nggak bisa diatur. Faktanya, banyak temen-temen gue yang gajinya segitu tapi utangnya nol dan masih punya tabungan darurat, walau sedikit. Kuncinya bukan di seberapa gede angkanya, tapi seberapa "tega" lo sama keinginan diri sendiri demi kebutuhan yang lebih penting.

Di artikel ini, gue mau bongkar strategi "bertahan hidup" dan atur gaji 3 juta biar lo nggak cuma numpang lewat doang di Jakarta. Ini bukan teori dari buku, ini murni strategi jalanan yang pernah gue dan temen-temen gue pake.

Pengalaman Gue: Gaji Kecil, Gengsi Harus Kecil

Waktu pertama kali merantau dan kerja sebelum nikah, gaji gue emang nggak jauh beda sama angka 3 juta. Kesalahan terbesar gue waktu itu adalah gue ngerasa "udah kerja", jadi gue berhak buat gaya. Gue ngekos di tempat yang ada AC-nya (padahal mahal), sering nongkrong di coffee shop biar kelihatan produktif, dan kredit motor yang sebenernya agak maksa.

Hasilnya? Tiap akhir bulan gue makan mie instan dibagi dua. Serius, gue pernah saking nggak punya duitnya, mau beli bensin aja harus ngorek-ngorek recehan di tas. Itu momen paling memalukan sekaligus nampar gue banget.

Gue sadar, kalau gue nerusin gaya hidup kayak gitu, gue bakal terjebak selamanya. Gue nggak bakal bisa nikah, nggak bakal bisa punya anak dengan layak. Akhirnya gue mutusin buat "turun kasta". Gue pindah kosan ke yang lebih murah (kipas angin doang cukup), gue stop ngopi mahal, dan gue mulai catet setiap perak yang keluar. Sakit emang awalnya, karena gengsi gue tercabik-cabik. Tapi dampaknya, tidur gue lebih nyenyak karena nggak dikejar rasa was-was duit abis.

Pondasi Utama: Sadar Posisi

Langkah pertama buat mengelola keuangan gaji kecil adalah sadar posisi. Lo harus terima fakta kalau dengan gaji 3 juta, lo nggak bisa hidup kayak selebgram atau temen lo yang gajinya dua digit.

Lo harus tega memangkas biaya tempat tinggal. Rumus idealnya sih biaya sewa tempat tinggal itu maksimal 30% dari gaji. Berarti sekitar 900 ribu sampai 1 juta rupiah. Di Jakarta, harga segitu mungkin dapetnya kosan petakan di gang sempit atau kamar mandi luar. Ambil aja.

Jangan maksa ngekos di apartemen atau kos eksklusif kalau gaji lo belum cukup. Tempat tinggal itu fungsinya buat istirahat dan nyimpen barang, bukan buat pamer di Instagram Story. Selama aman dan bersih, itu udah cukup. Sisanya bisa lo alokasikan buat makan dan transport yang jelas lebih krusial.

Strategi Makan: Masak Adalah Koentji

Gue nggak bosen-bosennya ngingetin ini. Musuh terbesar gaji 3 juta adalah beli makan di luar. Sekali makan di warteg Jakarta sekarang rata-rata 15 ribu sampai 20 ribu. Kalau sehari 3 kali, sebulan bisa abis 1,8 juta. Itu lebih dari setengah gaji lo, Bro!

Solusinya? Masak nasi sendiri itu wajib. Lauknya bisa beli di warteg tapi bungkus (biasanya porsinya lebih banyak) atau masak lauk sederhana. Kalau lo mau tau cara makan enak tapi murah dengan masak sekaligus banyak, coba baca tulisan gue soal [Trik Belanja Bulanan Lebih Irit Pakai Pola Meal Prep Mingguan]. Di situ gue jabarin gimana caranya modal dikit bisa makan kenyang seminggu.

Dengan masak nasi dan bawa bekal air minum, lo bisa nekan biaya makan jadi cuma 20-30 ribu sehari. Sebulan "cuma" abis 900 ribu. Sisa gaji lo masih aman.

Transportasi: Cari yang Paling Murah, Bukan Paling Nyaman

Kalau jarak kosan ke kantor deket, jalan kaki adalah opsi terbaik. Sehat dan gratis. Tapi kalau jauh, pilih transportasi umum kayak TransJakarta atau KRL. Tarifnya flat 3.500 perak. Jauh lebih murah daripada naik ojol atau bawa motor sendiri (mikirin bensin + parkir + servis).

Kalau terpaksa bawa motor, pastikan lo bawa motor yang irit bensin. Dan yang paling penting: jangan tergoda kredit motor baru kalau motor lama masih bisa jalan. Cicilan motor itu beban berat buat gaji 3 juta.

Gue Nggak Setuju Sama Rumus 50-30-20 Buat Gaji 3 Juta

Lo pasti sering denger teori pakar keuangan soal rumus 50% kebutuhan, 30% keinginan, 20% tabungan. Jujur aja, menurut gue rumus itu NGGAK MASUK AKAL buat gaji 3 juta di Jakarta.

Kenapa? Karena 50% dari 3 juta itu cuma 1,5 juta. Di Jakarta, 1,5 juta buat bayar kos, makan, transport, listrik, pulsa itu mustahil cukup.

Buat gaji 3 juta, rumusnya harus diubah jadi mode bertahan hidup: 80-10-10 atau bahkan 90-10.

  • 80-90% Kebutuhan Pokok: Kos, makan, transport, pulsa kerja.

  • 10% Tabungan/Dana Darurat: Ini wajib dipaksa di awal.

  • 0% Keinginan: Sorry to say, buat sementara waktu, pos hura-hura harus dipuasin dulu.

Hiburan lo harus yang gratisan. Nonton YouTube pake Wi-Fi kantor, lari pagi di taman kota, atau main ke rumah temen. Jangan buang duit buat "self reward" kalau dana darurat belum terkumpul. Ini senada sama konsep [Frugal Living Bukan Pelit] yang pernah gue bahas sebelumnya. Prioritas kita sekarang adalah survive dan nabung, bukan gaya.

Simulasi Hitungan Kasar: Masih Bisa Nabung Nggak?

Mari kita bedah angkanya biar lo percaya kalau ini mungkin dilakuin, walau mepet.

Pemasukan: Rp 3.000.000

Pengeluaran Wajib:

  1. Kos/Sewa: Rp 850.000 (Cari kos standar di pinggiran atau sharing sama temen).

  2. Makan: Rp 900.000 (Rp 30.000/hari x 30 hari. Syarat: Masak nasi, puasa senin kamis kalau perlu, atau bawa bekal).

  3. Transport: Rp 300.000 (Naik TJ/Angkot, atau bensin motor irit tanpa jajan parkir liar).

  4. Pulsa/Kuota: Rp 100.000 (Cari paket promo, manfaatin Wi-Fi kantor semaksimal mungkin).

  5. Perlengkapan Mandi/Cuci: Rp 50.000.

  6. Dana Tak Terduga/Sosial: Rp 100.000 (Buat kondangan atau iuran warga).

Total Pengeluaran: Rp 2.300.000

Sisa: Rp 700.000.

Nah, dari sisa 700 ribu ini, lo langsung potong Rp 500.000 masuk tabungan. Jangan diotak-atik. Anggap duit ini ilang. Sisa Rp 200.000 pegangan buat jajan iseng atau kebutuhan mendadak kecil-kecilan.

Liat kan? Lo masih bisa nabung setengah juta sebulan. Setahun udah 6 juta. Itu lumayan banget buat modal nikah sederhana atau dana darurat kalau tiba-tiba lo sakit atau di-PHK.

Hati-Hati Jebakan "Paylater"

Ini racun paling bahaya buat gaji 3 juta. Pas liat saldo mepet, godaan buat pake Paylater pas belanja di e-commerce itu gede banget. "Ah, bayar bulan depan ini."

Tolong dengerin gue: JANGAN. Gaji 3 juta itu nggak punya ruang buat nanggung bunga dan biaya admin Paylater. Sekali lo kejebak, lo bakal gali lubang tutup lubang selamanya. Beli barang cuma kalau lo punya duit cash. Kalau nggak punya, ya berarti lo belum mampu beli. Titik.

Cari Tambahan: Jangan Pasrah

Satu-satunya cara biar hidup lo lebih lega adalah nambah pemasukan. Hemat itu ada batasnya, tapi cari duit itu nggak ada batasnya. Manfaatin waktu luang pas weekend atau malem pulang kerja. Bisa jadi ojol, jualan makanan ringan di kantor, jadi reseller tanpa modal, atau jasa ketik/desain kalau lo punya skill.

Dulu gue pernah jualan pulsa ke temen-temen kosan. Untungnya receh, 1.000 - 2.000 perak per transaksi. Tapi lumayan buat beli gorengan atau nambah uang bensin. Mental pejuang kayak gini yang harus lo punya. Jangan gengsi. Gengsi nggak bikin kenyang.

Penutup: Ini Fase Sementara

Mengatur gaji 3 juta di Jakarta emang butuh disiplin tingkat dewa. Lo bakal sering ngerasa capek, iri liat temen yang hedon, dan pengen nyerah. Itu wajar.

Tapi inget, kondisi ini cuma sementara kalau lo mau berusaha. Jadikan gaji 3 juta ini sebagai kawah candradimuka buat ngelatih mental keuangan lo. Kalau lo bisa selamat dan nabung dengan gaji 3 juta, nanti pas gaji lo naik jadi 5 juta, 10 juta, atau lebih, lo bakal jadi orang yang super kaya karena lo udah terbiasa hidup sederhana.

Jangan malu hidup irit sekarang. Malulah kalau gaji kecil tapi utang numpuk di mana-mana.

No comments:

Post a Comment