Pentingnya Dana Darurat dan Cara Mengumpulkannya Bagi Pemilik Gaji UMR

Ilustrasi kartun celengan ayam memakai pelampung penyelamat sebagai simbol pentingnya dana darurat untuk menjaga keamanan finansial pekerja gaji UMR dari krisis

Lo pasti pernah ngalamin momen di mana hidup lagi asik-asiknya berjalan lancar, tiba-tiba ada aja musibah yang datang tanpa permisi. Entah itu motor mendadak minta turun mesin pas lagi buru-buru ke kantor, laptop rusak padahal lagi dikejar deadline, atau tiba-tiba sakit gigi yang butuh biaya dokter nggak sedikit. Di titik itu, rasanya pengen teriak karena saldo di ATM isinya cuma cukup buat makan seminggu ke depan.

Kalau lo sering ada di posisi panik kayak gitu, tandanya kondisi keuangan lo lagi nggak sehat. Lo butuh obat penenang finansial yang namanya Dana Darurat. Banyak orang mikir kalau nabung dana darurat itu cuma buat orang kaya yang gajinya dua digit. Padahal, justru kita yang gajinya pas-pasan atau setara UMR inilah yang paling butuh dana ini biar nggak hancur lebur pas ada badai.

Di artikel ini, kita bakal bedah tuntas apa itu dana darurat, kenapa lo wajib punya, dan gimana strategi ngumpulinnya dari nol meskipun gaji lo rasanya cuma numpang lewat doang.

Memahami Konsep Dasar Dana Darurat

Biar nggak salah paham, mari kita luruskan dulu definisinya. Banyak yang masih nyampur aduk antara tabungan biasa sama dana darurat. Padahal fungsinya beda banget kayak langit sama bumi.

Tabungan biasa itu tujuannya buat kesenangan. Lo nabung buat beli HP baru, buat liburan ke Bali, atau buat beli tiket konser. Sifatnya happy-happy dan boleh lo pake kapan aja kalau targetnya udah sampe.

Sedangkan Dana Darurat itu adalah uang dingin yang fungsinya sebagai sekoci penyelamat. Uang ini haram hukumnya lo sentuh buat gaya hidup. Satu-satunya alasan uang ini boleh keluar dari rekening adalah kalau terjadi musibah besar yang ngancem kelangsungan hidup lo. Contohnya kena PHK mendadak, sakit keras yang nggak dicover asuransi, atau kecelakaan. Jadi, kalau cuma pengen beli sepatu karena lagi diskon, itu bukan darurat namanya, itu nafsu.

Kenapa Karyawan Gaji UMR Wajib Punya

Mungkin lo mikir, buat makan aja pas-pasan, mana bisa nyisihin buat dana darurat? Justru pola pikir ini yang harus dibalik. Karena gaji kita terbatas, kita nggak punya privilege buat jual aset mahal kalau butuh duit cepet.

Kalau orang kaya butuh duit mendadak, mereka bisa jual emas atau saham. Lah kita? Kalau nggak punya dana darurat, opsinya biasanya cuma dua dan dua-duanya nggak enak. Pertama, minjem ke temen atau saudara yang ujungnya bikin hubungan rusak. Kedua, dan ini yang paling bahaya, terjebak pinjaman online dengan bunga mencekik.

Dana darurat adalah benteng pertahanan terakhir lo biar nggak perlu ngutang. Dengan adanya dana ini, lo bisa tidur nyenyak. Lo nggak bakal deg-degan berlebihan kalau denger isu resesi atau pengurangan karyawan di kantor, karena lo tau lo punya cadangan napas buat bertahan hidup beberapa bulan ke depan tanpa gaji.

Rumus Hitungan Jumlah Dana yang Ideal

Terus, berapa banyak sih duit yang harus dikumpulin? Tenang, lo nggak perlu langsung targetin angka ratusan juta. Ada rumus sederhana dari para perencana keuangan yang bisa kita pake sebagai patokan.

Buat lo yang masih single atau lajang, target amannya adalah 3 sampai 4 kali pengeluaran bulanan. Inget ya, pengeluaran, bukan gaji. Kalau biaya hidup lo sebulan itu 3 juta, berarti lo butuh simpenan sekitar 9 juta sampai 12 juta rupiah.

Buat yang udah nikah, resikonya tentu lebih gede. Targetnya naik jadi 6 kali pengeluaran bulanan. Dan buat yang udah punya anak, sangat disaranin buat punya cadangan sampe 12 kali pengeluaran. Angka ini emang kelihatan gede banget buat ukuran gaji UMR, tapi jangan jiper duluan. Kita bisa bangun pelan-pelan kok, nggak harus langsung jadi besok.

Strategi Mengumpulkan Uang Tanpa Rasa Siksa

Masalah utama gaji UMR adalah sisa uang di akhir bulan itu biasanya nol, atau malah minus. Jadi kalau lo pake metode nabung nunggu sisa, gue jamin dana darurat lo nggak bakal keisi selamanya. Lo butuh strategi yang sedikit maksa tapi efektif.

Metode Potong di Depan Ini cara paling ampuh. Begitu notifikasi gaji masuk, detik itu juga lo harus langsung transfer nominal tertentu ke rekening dana darurat. Anggap aja uang itu hilang dicuri tuyul. Nggak usah gede-gede, mulai aja dari 100 ribu atau 200 ribu per bulan. Kuncinya konsistensi.

Manfaatkan Uang Kaget Dalam setahun, pasti ada momen lo dapet duit di luar gaji pokok, kayak THR atau bonus tahunan. Nah, penyakit kita biasanya duit THR langsung ludes buat beli baju baru. Coba deh mulai tahun ini, alokasiin 50 persen dari THR lo langsung masuk ke dana darurat. Ini jalan pintas paling cepet buat menuhin target tabungan lo tanpa ganggu uang makan bulanan.

Berburu Recehan Tambahan Kalau ngandelin gaji pokok emang berat, coba cari side hustle atau kerjaan sampingan. Jual barang bekas yang nggak kepake di rumah, jadi reseller, atau kerja freelance di akhir pekan. Semua hasil dari kerjaan sampingan ini jangan dipake jajan, tapi cemplungin 100 persen ke pos dana darurat.

Tempat Menyimpan Dana Agar Aman dan Cair

Naruh dana darurat juga ada seninya. Syarat utamanya cuma dua: Aman dan Gampang Diambil (Likuid). Jangan taruh di saham atau kripto. Bayangin lo butuh duit buat operasi besok pagi, eh pas dilihat harga saham lo lagi anjlok 20 persen. Kan nyesek.

Tempat paling direkomendasikan zaman sekarang adalah Reksadana Pasar Uang. Instrumen ini bunganya lebih tinggi dikit dari deposito bank, pajaknya rendah, dan nilainya stabil banget alias risikonya super minim. Yang paling penting, pencairannya cepet, biasanya 1 sampai 2 hari kerja duit udah masuk rekening.

Atau kalau mau yang lebih simpel, pake fitur kantong atau saku di bank digital. Bikin satu kantong khusus, kunci, dan jangan pernah bawa kartu debitnya. Pisahin rekening belanja sama rekening dana darurat biar tangan lo nggak gatel buat ngegesek.

Ngebangun dana darurat emang nggak seksi. Lo nggak bisa pamerin saldo reksadana lo di Instagram kayak lo pamerin sepatu baru. Perjalanannya sunyi dan butuh kesabaran ekstra, apalagi buat kita pejuang gaji UMR.

Tapi percaya deh, rasa aman itu harganya mahal banget. Pas temen-temen lo panik karena ada badai PHK, lo bisa tetep tenang dan fokus nyari peluang baru karena lo punya bekal. Jadi, stop cari alesan. Mulai sisihkan uang hari ini juga, sekecil apa pun itu. Masa depan lo bakal berterima kasih banget sama keputusan lo hari ini.

No comments:

Post a Comment